Saturday, August 19, 2017

PERENCANAAN GEDUNG



Perencanaan Instalasi Gedung Bertingkat

Jika kita mendirikan bangunan, bukan hanya keindahan tampak bangunan dan keserasian bangunan terhadap lingkungan yang harus kita perhatikan.
Namun juga keamanan bangunan tersebut terhadap segala bencana yang dapat diakibatkan oleh kurang diperhatikannya perencanaan instalasi yang terdapat didalam bangunan tersebut.
Selain itu juga harus diusahakan kemudahan bagi penyelamatan penghuni bila terjadi bencana.
Setiap rencana instalasi dari bangunan yang akan dilaksanakan harus diteliti dahulu oleh seksi Instalasi dan Perlengkapan Bangunan/TPIB (Team Penasehat Instalasi dan Perlengkapan Bangunan).
Beberapa macam Instalasi yang harus diperhatikan :
  1. Instalasi Pemadam Kebakaran
    Sistem yang bisa digunakan antara lain :
    * Sistem Hydrant
    * Sistem Sprinkler
    * Sistem Fire Alarm
  2. Instalasi Elevator & Eskalator
    Didalam perencanaan instalasi Elevator dan Eskalator, yang harus diperhatikan:
    * Pola lalu lintas orang dan barang disekitar dan didalam gedung harus diperhatikan
    * Elevator penumpang, barang dan kebakaran harus terpisah
    * Cara penanggulangan bila terjadi keadaan darurat.
  3. Instalasi Air Buangan
    Didalam perencanaan instalasi air buangan, yang harus diperhatikan antara lain :
    * Sistem jaringan air kotor dan air hujan diluar bangunan
    * Sistem pengelolaan air kotor
    * Pengolahan air kotor tidak boleh mengganggu lingkungan sekitarnya.
  4. Instalasi Listrik
    Didalam perencanaan instalasi listrik yang harus diperhatikan adalah :
    * Sakelar khusus ukuran (rating) pengaman jenis pengaman dan penampang kabel
    * Penempatan generator genset
    * Sumber tenaga yang digunakan PLN, atau pembangkit tenaga listrik sendiri.
  5. Instalasi Plumbing
    Didalam perencanaan instalasi plimbing yang harus diperhatikan adalah :
    * Sistem pemipaan air bersih
    * Sistem pemipaan air limbah
    * Sistem pemipaan air hujan
    * Sistem pemipaan air limbah.
  6. Instalasi Air Codition dan Refrigeration
    * Apabila harus terjadi kebakaran, AHU pada lokasi kebakaran harus mati secara otomatis berbarengan dengan fire alarm bekerja
    * Faktor keamanan yang dipakai.
===OOO===
ALAT TRANSPORTASI VERTIKAL
Suatu bangunan yang besar & tinggi, memerlukan sarana angkut/transportasi yang nyaman untuk aktifitas perpindahan orang dan barang secara VERTIKAL. Sarana angkut vertikal yang bekerja secara mekanik elektrik adalah :
  • Elevator (Lift).
  • Eskalator
  • Travelator / Moving walk
Mulai dari jaman kuno sampai jaman pertengahan dan memasuki abad ke-13, tenaga manusia dan binatang merupakan tenaga penggerak.
Pada tahun 1850 telah diperkenalkan elevator uap dan hidrolik. Tahun 1852 terjadi babak baru dalam sejarah elevator yaitu penemuan elevator yang aman pertama di Dunia oleh Elisha Graves Otis.
RIWAYAT ELEVATOR/LIFT
Elevator penumpang pertama dipasang oleh Otis di New York pada tahun 1857. Setelah meninggalnya Otis pada tahun 1861, anaknya, Charles dan Norton mengembangkan warisan yang ditinggalkan oleh Otis dengan membentuk Otis Brothers & Co., pada tahun 1867.
Pada tahun 1873 lebih dari 2000 elevator Otis telah dipergunakan di gedung-gedung perkantoran, hotel, dan department store di seluruh Amerika, dan lima tahun kemudian dipasanglah elevator penumpang hidrolik Otis yang pertama.Berikutnya adalah era Pencakar Langit.
Pada tahun 1889 Otis mengeluarkan mesin elevator listrik direct-connected geared pertama yang sangat sukses.
Pada tahun 1903, Otis memperkenalkan desain yang akan menjadi “tulang punggung” industri elevator,yaitu : elevator listrik gearless traction yang dirancang dan terbukti mengalahkan usia bangunan itu sendiri. Hal ini membawa pada berkembangnya jaman struktur-struktur tinggi, termasuk yang paling menonjol adalah Empire State building dan World Trade Center di New York, John Hancock Center di Chicago dan CN Tower di Toronto.
Selama bertahun-tahun ini, beberapa dari inovasi yang dibuat oleh Otis dalam bidang pengendalian otomatis adalah Sistem Pengendalian Sinyal, Peak Period Control, Sistem Autotronik Otis dan Multiple Zoning. Otis adalah yang terdepan di dunia dalam pengembangan teknologi komputer dan perusahaan tersebut telah membuat revolusi dalam pengendalian elevator sehingga tercipta peningkatan yang dramatis dalam hal waktu reaksi elevator dan mutu berkendara dalam elevator.
CARA KERJA ELEVATOR/LIFT
Pada sistem geared atau gearless (yang masing-masing digunakan pada instalasi gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi), kereta elevator tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya dua puli katrol, dan sebuah bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.
Mesin Lift “Gearless”
Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai “kabel bergerak (traveling cable)”.
Jalur Lift (Hoistway) dan ruang mesin di atasnya
Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.
Sistem pergerakan Elevator/Lift dengan Gearless
Pada sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah, dengan kecepatan kereta menengah), kereta dihubungkan ke bagian atas dari piston panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta bergerak naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga mendorong piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.
Aksi pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta) atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Pada kedua cara tersebut, pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk mengangkat kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu melakukan pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial digunakan habis dan siklus energi menjadi lengkap sudah. Gerakan naik dan turun kereta elevator dikendalikan oleh katup hidrolik.
RIWAYAT ESKALATOR
Pada tahun 1899, Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator Co., yang mana dari dia timbullah nama eskalator (yang diciptakan dengan menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkah-langkah (step), dengan elevator). Bergabungnya Seeberger dan Otis telah menghasilkan eskalator pertama step type eskalator untuk umum, dan eskalator itu dipasang di Paris Exibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr. Seeberger pada akhirnya menjual hak patennya ke Otis pada tahun 1910.
Eskalator lurus dan melengkung
Dalam perkembangannya, perusahaan Mitsubishi Electric Corporation telah berhasil mengembangkan eskalator spiral (kenyataannya lebih cenderung melengkung/curve daripada melingkar/spiral) dan secara eksklusif dijual sejak pertengahan tahun 1980. Eskalator ini dipasang di Osaka, Jepang pada tahun 1985.



CARA KERJA ESKALATOR
Pendaratan/Landing
Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates.
Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak. Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan cleat.
Landasan penopang/Truss
Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja.
Struktur perletakan Eskalator pada lantai gedung
Lintasan
Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga-anak tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan menghilang kembali ke dalam landasan penopang.
Sistem pergerakan Eskalator
Anak tangga (individual steps) dari Eskalator
Lintasan pembalikan di pendaratan atas menggulung anak tangga-anak tangga mengelilingi bagian ujung dan kemudian menggerakkannya kembali ke arah yang berbeda. Lintasan overhead berfungsi untuk memastikan bahwa roda trailer tetap berada di tempatnya saat rantai anak tangga diputar kembali.






RIWAYAT MOVING WALK
Banyak sebutan pada alat yang satu ini, di antaranya adalah Moving Walkway, Moving Sidewalk, Moving Pavement, Walkalator, Travelator, atau Moveator.
Moving Walkway adalah alat angkut perpindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain pada satu lantai atau pada lantai yang berbeda level dan bergerak sesuai dengan prinsip pergerakan pada eskalator. Dengan demikian, konveyor ini adalah pengembangan ide dari eskalator dan bisa dipasang pada posisi mendatar (horisontal) ataupun miring (inclined) dengan kemiringan 10 - 20 derajat.
Moving walkway (horisontal) di Bandara Internasional Port Columbus
Moving walkway (inclined) di Stasiun Metro Beadry, Montreal
Moving walk (horisontal) di Stasiun metro Bienvenue Paris berkecepatan 9 km/jam
Kegunaan dari alat transportasi ini adalah berfungsi untuk membawa barang-barang bawaan yang diletakkan di dalam kereta dorong (trolley) naik atau turun dari lantai satu ke lantai lain. Biasanya terdapat di supermarket, mal, stasiun kereta ekspress, dll.
Dan bila dipasang secara mendatar pada satu lantai, berfungsi untuk meringankan beban dari orang yang berjalan dengan membawa barang dan menempuh jarak yang relatif jauh. Misalnya pada terminal di bandara internasional yang luas, musium, kebun binatang, atau aquarium (water world).
Contoh gambar Konveyor Moving Walkway
Struktur perletakan Moving Walkway pada lantai gedung
oooOOOooo

Tuesday, June 6, 2017

Macam-Macam Fire alarm kebakaran

SISTEM FIRE ALARM
 FIRE ALARM ADALAH :
Fire alarm adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi adanya kebakaran dini (seawal mungkin )yang  kemudian memberi peringatan dalam sistem evakuasi dan terhubung dengan sistem pemadam kebakaran.
TUJUAN PEMASANGAN :
Memberi peringatan akan adanya kebakaran seawal mungkin sehingga dapat mengurangi resiko kebakaran yang lebih besar.
JENIS – JENIS SISTEM FIRE ALARM :
1.Konvensional / Non addressable.
   - pada sistem ini MCFA menerima masukan dari semua detektor,dan tanpa ID  
      Khusus.
   -Digunakan pada bangunan berskala kecil dan tinggi kurang dari 4 lantai.
2.Semi addressable.
   - alamat berdasarkan zoning .
   -  dipasang pada bangunan dengan tinggi 4lantai atau lebih dengan luas minimal
     200 m2.
   - seperti yang terpasang di RMG.
3.Full addressable.
  - alamat berdasarkan alamat masing – masing.
  - biaya sangat mahal.

  ALAT – ALAT DETEKSI KEBAKARAN :
1.ROR / Heat Detector.
   - bekerja berdasarkan kenaikan temperatur secara cepat disuatu ruangan.
   - titik aktif 55 - 63°c.
   - Kesensitifan : 15° c/min.
   - daya cakupnya 70m2 untuk ketinggian 4m .
   - prinsip kerja hanya berdasarkan saklar bimetal saja.
2.Fix Temperature.
  - bekerja berdasarkan derajat panas yang langsung tinggi.
  - dipasang pada tempat – tempat yang ruangannya sudah panas,seperti ruang                                                                                                                                                            
     Genset ,ruang travo dan PUTR .
Daya cakupnya 30 m2 pada tinggi 4m.
3.Smoke Detector.
  - bekerja apabila ada asap yang memiliki partikel – partikel masuk ke ruangan                          
     Smoke (smoke chamber)jika kepadatan asap ini melewati batas
    Kerapatan,maka rangkaian elekronik didalamnya aktif.
    -daya cakupnya 50m2 pada tinggi 4m.
Bekerja berdasarkan fotoelektik.
4.Manual Push Buttom.
  - bekerja apabila alat ini ditekan ,dan bisa dinormalakan lagi dengan cara direset.
  - terpasang pada tiap – tiap hidrat box.
  - digunakan apabila alat deteksi yang lain tidak bekerja.

5.Flow Switch.
  - bekerja apabila ada aliran air pada pipa springkler,yang bisa disebabkan adanya
    Head springkler yang pecah atau pipanya bocor.
  -terpasang pada tiap – tiap lantai di ruang shaft ME.
 MONITOR MODULE ADALAH :
  Monitor module adalah module yang digunakan untuk membaca indikasi dari
  Detector agar terbaca di MCFA.
 JENIS – JENIS MONITOR MODULE:
1.Module Type F.
    -  membaca deteksi dari heat detector,fix detector maupun
       Maupun smoke detector.
Digunakan untuk membaca address berdasarkan zone.
Besar resistor yang diperlukan untuk EOL = 10K𝞨,1/2 W.
2.Module Type SL.
-  digunakan untuk membaca address dari bell dan indikator lampu di hidrant box.
  -  Besar resistor yang diperlukan untuk EOL = 56K𝞨,1/4 W.
3.Module Type SS.
  - digunakan untuk membaca address dari MFD ( motorize fan dumper ) atau fan.
 4.Module Type DA.
  - digunakan untuk membaca address dari flow switch dan Tamper Switch.
  -  Besar resistor yang diperlukan untuk EOL = 56K𝞨,1/4 W.
5.Module Type M.
   - digunakan untuk membaca address dari manual push buttom.
   - besar resistor yang digunakan untuk EOL = 56K𝞨, ¼ W.
PEMBACAAN ZONE PADA MCFA DI RMG :
1.semua ror yang terpasang diunit pada koridor panjang.
2.semua smoke detektor yang terdapat di koridor panjang.
3.semua ror dan smoke yang terdapat di koridor pendek(C1 ,A1 dan B1).
4. semua ror dan smoke yang terdapat di koridor pendek(C3, dan A3).
5.MFD.
6.Flow Switch.
7.Tamper Switch.
8.Push Buttom koridor panjang.
9. Push Buttom koridor pendek (C1 ,A1 dan B1).
10.Push Buttom koridor pendek(C3, dan A3).
         
END - OF- LINE ( EOL ).
End of line adalah titik akhir tarikan kabel yang berasal dari monitor module.
Dititik akhir inilah detector fire terakhir dipasang.
Dan disini pulalah satu zone berakhir.
Eol bisa berupa resistor atau kapasitor.
MCFA.
MCFA adalah pusat dari sistem fire alarm.
Disini indikasi dari monitor modul diproses dan perintah untuk keluaran /triger diberikan.
Daya listrik berasal dari 220 Vac yang dirubah menjadi 24Vdc.
Dan back up batere 2 x 12 Vdc 17 Ah.
Sistem konfigurasi bell dari mcfa di RMG adalah -1,+1.
Artinya pada saat ada indikasi kebakaran alarm bell akan berbunyi pada lantai
tersebut  dan 1 lantai diatas dan dibawahnya.
Terdiri dari 7 loop sistem alarm.yaitu : masing – masing tower 2 loop ditambah area podium (B3 – GF)menjadi 1 loop.
Bagian – bagian dari MCFA :
1.Main Control Unit (MCU ).
    Merupakan pusat kendali dari mcfa dan disini terdapat monitor untuk
    membaca kondisi yang terjadi pada sistem fire alarm.
2.Sub Control Unit (SCU).
   Bertugas membaca signal dari monitor module.
3.Power Supply Module (PSM).
   Bertugas memberikan supply daya yang diperlukan oleh sistem fire alarm.
4.Network Interface Unit (NIU).
   Bertugas memberi perintah / triger terhadap module interface.


Contoh gambar dari MCFA.


PENGOPERASIAN SISTEM FIRE ALARM
1.Kondisi Normal.
    - hanya lampu led hijau yang menyala.
    -LCD menampilkan “ system normal “
2.Kondisi trouble.
   - lampu  led kuning menyala berkedip.
   - bunyi buzzer terputus – putus.
   - LCD menampilkan address,jenis trouble ,lokasi dan jumlah troublenya.
3.Kondisi fire  alarm.
     - lampu led merah menyala.
     - buzzer berbunyi terus menerus.
     - alarm bell ,lampu indikator dan MFD pada lantai tersebut dan -1,+1 akif.
     - interface ke panel AC dan panel power aktif.
PERALATAN – PERALATAN YANG TERHUBUNG DENGAN GENERAL ALARM :
1.Lift.
     -  semua lift akan homing ke lantai terdekat menuju assembly area.
         Di RMG posisi di basement 1.
     -  Semua lift service setelah homing release dan access mati,sehingga
         bisa digunakan untuk evakuasi.
2.Sound Sistem.
     - mengeluarkan suara “ fire “ terus menerus.
     - dan memutar rekaman perintah evakuasi.
3.Access card.
    Semua pintu lobby release,sehingga untuk membuka pintu tidak perlu access
    card maupun finger print.
4.Fan.
    - pressure fan aktif,sehingga jalur evakuasi terisi udara segar dan menekan asap
      agar jangan masuk ke tangga darurat.
Smoke extra fan aktif,mengisap asap yang berada dikoridor.
Suplay fan mati,sehingga sumber kebakaran tidak mendapat oksigen.
Exhaust fan aktif,membuang asap kebakaran.
5.PUTR.
   - PUTR mati,mengurangi resiko kerusakan akibat listrik.
6.Genset.
  - genset aktif untuk mensuplay daya ke instalasi fire alarm dan fire fighting.
  7.Pompa fire.
   - jockey pump langsung bekerja menstabilkan tekanan pada instalasi fire.
    - main pump akan tetap bekerja selama masih ada daya dari PLN atau genset.
    - diesel pump bekerja apabila pressure di instalasi fire fighting terlalu drop.
   





TROUBLE – TROUBLE PADA SISTEM FIRE ALARM :
 1.Comunication error.
     Salah address.
2.waterflow.
    Konekan lepas atau kendor di TBFA.
3.Loop back.
    Power data di lantai teratas pada loop kurang dari 20V dc.
4.Fault on.
   Eol atau power suplay terputus.
5.Fault on semua.
    Cek power DC 24V atau power ada yang lepas.
6.No answer on.
   Monitor module tidak terpasang ke sistem.
7.Main power fault.
    Tegangan supply terputus.
8.standby power fault.
     Batere back up tidak terhubung.

Monday, June 5, 2017

Sistem alarm kebakaran

Sistem alarm kebakaran

Alat peringatan kebakaran yang digunakan di Amerika Serikat dan Kanada , Wheelock MT-24-LSM dengan lampu tanduk dan strobo.
Sistem alarm kebakaran memiliki sejumlah perangkat yang bekerja sama untuk mendeteksi dan memperingatkan orang melalui peralatan visual dan audio saat asap , api , karbon monoksida atau keadaan darurat lainnya ada. Alarm ini mungkin diaktifkan secara otomatis dari detektor asap , dan detektor panas atau mungkin juga diaktifkan melalui perangkat aktivasi alarm kebakaran manual seperti titik panggilan manual atau stasiun penarik. Alarm bisa berupa lonceng bermotor atau wall mountable sounder atau tanduk. Mereka juga bisa menjadi steker speaker yang membunyikan alarm, diikuti dengan pesan evakuasi suara yang memperingatkan orang-orang di dalam gedung untuk tidak menggunakan lift . Sounders alarm kebakaran dapat diatur ke frekuensi tertentu dan nada yang berbeda termasuk rendah, menengah dan tinggi, tergantung pada negara dan produsen perangkat. Sebagian besar sistem alarm kebakaran di Eropa terdengar seperti sirene dengan frekuensi bolak-balik. Alarm kebakaran di Amerika Serikat dan Kanada dapat berlanjut atau diatur ke kode yang berbeda seperti Kode 3. Perangkat peringatan alarm kebakaran juga dapat diatur ke tingkat volume yang berbeda. Bangunan yang lebih kecil mungkin memiliki alarm yang disetel ke volume yang lebih rendah dan bangunan yang lebih besar mungkin memiliki alarm yang set ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagian besar sistem alarm kebakaran di Eropa terdengar seperti sirene dengan frekuensi bolak-balik. Alarm kebakaran di Amerika Serikat dan Kanada dapat berlanjut atau diatur ke kode yang berbeda seperti Kode 3. Perangkat peringatan alarm kebakaran juga dapat diatur ke tingkat volume yang berbeda. Bangunan yang lebih kecil mungkin memiliki alarm yang disetel ke volume yang lebih rendah dan bangunan yang lebih besar mungkin memiliki alarm yang set ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagian besar sistem alarm kebakaran di Eropa terdengar seperti sirene dengan frekuensi bolak-balik. Alarm kebakaran di Amerika Serikat dan Kanada dapat berlanjut atau diatur ke kode yang berbeda seperti Kode 3. Perangkat peringatan alarm kebakaran juga dapat diatur ke tingkat volume yang berbeda. Bangunan yang lebih kecil mungkin memiliki alarm yang disetel ke volume yang lebih rendah dan bangunan yang lebih besar mungkin memiliki alarm yang set ke tingkat yang lebih tinggi.

Bagianedit

Panel kontrol alarm kebakaran Honeywell DeltaNet FS90
  • Panel kontrol alarm kebakaran (FACP) Unit kontrol alarm kebakaran AKA (FACU); Komponen ini, hub dari sistem, memonitor masukan dan integritas sistem, mengontrol output dan relay informasi.
  • Catu daya utama: Umumnya sumber arus bolak-balik 120 atau 240 volt yang tidak dipasok disuplai dari utilitas daya komersial. Dalam aplikasi non-perumahan, sirkuit cabang didedikasikan untuk sistem alarm kebakaran dan konstituennya. "Sirkuit cabang khusus" tidak boleh disalahartikan dengan "sirkuit cabang individu" yang memasok energi ke satu alat.
  • Pasokan listrik sekunder (cadangan): Komponen ini, umumnya terdiri dari baterai penyimpanan asam timbal atau sumber darurat lainnya termasuk generator, digunakan untuk memasok energi jika terjadi kegagalan daya primer.
  • Memulai perangkat: Komponen ini berfungsi sebagai masukan ke unit kontrol alarm kebakaran dan secara manual atau otomatis diaktifkan. Contohnya adalah perangkat seperti stasiun penarik, detektor panas, atau detektor asap. Detektor panas dan asap memiliki kategori yang berbeda dari kedua jenis. Beberapa kategori berupa balok, fotolistrik, aspirasi, dan duktus.
Kotak alarm yang dapat diakses publik di sebuah jalan di San Francisco
  • Peranti pemberitahuan: Komponen ini menggunakan energi yang dipasok dari sistem alarm kebakaran atau sumber energi tersimpan lainnya, untuk menginformasikan orang-orang terdekat tentang perlunya melakukan tindakan, biasanya untuk mengevakuasi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan lampu berkedip, lampu strobo, tanduk elektromekanik, "beeper horn", berpadu, bel, speaker, atau kombinasi dari perangkat ini. Sistem Sensor Spectralert Advance Horn membuat bunyi bip dan suara elektromekanis bersama. Strobes terbuat dari tabung xenon (paling umum) atau sekarang lampu LED.
  • Membangun antarmuka keamanan: Antarmuka ini memungkinkan sistem alarm kebakaran untuk mengendalikan aspek lingkungan binaan dan mempersiapkan bangunan untuk kebakaran, dan untuk mengendalikan penyebaran asap dan api dengan mempengaruhi pergerakan udara, pencahayaan, pengendalian proses, transportasi manusia dan keluar .
  • Membangun antarmuka keamananEdit

    SH Couch F5GX non-kode alarm kebakaran tarik stasiun di bawah bel Couch 10 ".
    • Pemegang / pelindung pintu asap magnetik: solenoida dinding atau lantai yang terpasang atau elektromagnet yang dikontrol oleh sistem alarm kebakaran atau komponen deteksi yang secara magnetis menahan pegas pintu tertutup rapat dengan tutup rapat pada posisi terbuka. Dirancang untuk de-magnetisasi untuk memungkinkan penutupan pintu secara otomatis pada perintah dari kontrol kebakaran atau pada kegagalan sumber daya, elemen interkoneksi atau pengendali. Energi yang tersimpan dalam bentuk pegas atau gravitasi kemudian dapat menutup pintu untuk membatasi perjalanan asap dari satu tempat ke ruang lain dalam upaya mempertahankan atmosfir yang tahan lama di kedua sisi pintu selama evakuasi dan upaya pemadaman kebakaran di bangunan. Pemegang pintu api elektromagnetik dapat dihubungkan ke panel api, radio yang dikendalikan dipicu oleh gelombang radio dari pengontrol pusat yang terhubung ke panel api, atau akustik,
    • Duct dipasang deteksi asap: deteksi asap dipasang sedemikian rupa untuk sampel aliran udara melalui kerja saluran dan plenums lainnya khusus dibuat untuk pengangkutan udara lingkungan ke ruang dikondisikan. Interkoneksi ke sirkuit kontrol motor kipas dimaksudkan untuk menghentikan pergerakan udara, peredam dekat dan umumnya mencegah resirkulasi asap dan asap beracun yang dihasilkan oleh api ke ruang yang dapat dikenali.
    • Layanan lift darurat: aktivasi perangkat inisiasi otomatis yang terkait dengan operasi lift digunakan untuk memulai fungsi lift darurat, seperti penarikan kembali lift elevator yang terkait. Penarikan kembali akan menyebabkan lift taksi kembali ke permukaan tanah untuk digunakan oleh tim respon pemadam kebakaran dan untuk memastikan bahwa taksi tidak kembali ke lantai kejadian kebakaran. Tahap operasi meliputi recall primer (biasanya tingkat dasar), recall alternatif / sekunder (biasanya lantai yang berdekatan dengan permukaan tanah - digunakan saat inisiasi terjadi pada tingkat dasar), penerangan indikator "topi api" saat alarm terjadi. Di lift hoistway atau ruang kontrol yang terkait,
    • Rak alamat publik (PAR): rak alamat publik audio harus dihubungkan dengan sistem alarm kebakaran, dengan menambahkan modul relay kontrol sinyal ke unit catu daya rak, atau ke penguat utama yang mengemudikan rak ini. Tujuannya adalah untuk "membungkam" BGM (musik latar belakang) rak ini jika terjadi keadaan darurat jika terjadi kebakaran yang mengakibatkan alarm sebenarnya.